Opini

Jalan Simpan Transmisi Informasi Komunikasi Mekanis

August 14, 2018

Jalan Simpan Transmisi Informasi Komunikasi Mekanis

Oleh : Saiful Ilyas

Sungguh peradaban manusia benar – benar berlangsung di falaqnya mengitari bumi, dan menjernihkan alam semesta dari ke – evolusian abad teknologi – An sich. Era digitalisasi wajah baru bagi sejarah peradaban manusia kontemporer hampir semua ruang segmentasi tak lepas dari ekspansi teknologi yang begitu masif, dan tanpa sekat. Itulah sebabnya, perlu kehatian – hatian menyelinap di era ini, dan harus kuat tameng pelindungnya. Jalan Simpan dimaksudkan, menggabungkan penelaahan disiplin ilmu terkait ilmu komunikasi, yang digunakan bagi perkembangan jaringan Transmisi Komunikasi selama sekian tahun lamanya. Komunikasi mengenai berbagai unsur esensial proses sosial, peristiwa, keterampilan dan penggunaan lambang dari simbol grafik, dan ide. Manfaat perkembangan tersebut menyebabkan peralihan daftar panjang perkembangan komunikasi dirasakan saat ini, merujuk pada Sistem Tranfortasi daring yang kini, nyaring dielukan para pemerhati publik. Keberadaanya sangat dinilai efektif untuk melonggarkan bisnis informasi di dunia maya dan, sibernetik fiber, warnet, dan lainnya. Puncaknya makin terasa berarti bahwa, ketika komunikasi dijalankan dengan berbagai efeknya bagi pelayanan masyarakat tentu saja akan disajikan teori yang relevan menyamainya. Salah satunya yaitu, Citra Komunikasi Paradigma Mekanis. Publik tentu berharap banyak manfaat laba bisnis ketimbang ruginya meskipun di luar dunia bisnis yang kali ini banyak digandrungi pelayan atau pun pelanggang. Kalau saja, Transportasi daring saat ini memang menjadi primadona di masyarakat yang menginginkan kemudahan berkendara, khususnya dalam mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya. Maka, cikal bakalnya kemudian lahirlah Tranportasi daring yang awalnya di Tahun 2008, dari keresahan dua pengusaha muda sukses di Amerika, yang melihat sulitnya masyarakat mendapatkan taksi di San Fransisco. Lalu kemudian mucullah ide memecahkan masalah tersebut, di mana para penumpang dan pengemudi dapat dengan mudah terkoneksi satu sama lainnya. Uber menjadi solusi yang hadir ketika itu, dengan didukung perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, dan modal kuat.

Setelahnya, lahirlah perusahaan startup sejenis diberbagai belahan dunia termasuk di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Untuk dinamika kehadiran Transportasi daring di tanah air khususnya di Sulawesi, semoga pemerintah mampu memberikan solusi terbaik dengan tetap mempertimbangkan aspek layanan kepada masyarakat. Karena layanan transportasi yang baik dapat menjadi indikator penunjang majunya suatu daerah. (Fajar, Selasa, 7/11/2017).

Lain halnya ketika Komunikasi dalam perkembangannya dikaitkan dengan Sistem politik pemerintahan yang kontekstual. Maka, yang dimaksudkan urgen para pemerhati publik yaitu ; Demokrasi dan Kekuasaan ; agar tetap langgeng dan bijak digaris tak berpihak. Filsafat Komunikasi dalam perkembangannya tetap eksis menjadi pilar terpenting dari dasar kehidupan kenegaraan yang menganut Sistem demokrasi yang berasaskan Pancasila UUD 45. Demokrasi yaitu, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sistem Demokrasi menghendaki kedaulatan tertinggi ada ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Mejelis Permusyawaratan Rakyat / MPR. Pasal 1 (2) UUD 45 menyatakan, bahwa Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Kedaulatan ini dikonsepsikan sebagai kekuasaan tertinggi yang diletakkan ditangan rakyat, sebagai hasil konsensus reformasi politik yang konstitusional. Penekanannya negara tidak memberikan kekuasaan melainkan meletakkan kekuasaan dengan buku petunjuk UUD 45, sehingga memustahilkan negara mengebiri penetrasi masyarakat untuk berekspresi. Secara lugas dan reduksionis disimpulkan bahwa, Rakyat adalah panglima arena penyelenggaraan pemerintahan. Peran Komunikasi politik turut menentukan untuk memurnikan jalannya pesta
demokrasi pada setiap item Pemilu, dan Pilkada, dan lainnya.

Proses yang menyebabkan adanya permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang tidak solid menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan Sistem demokrasi substansial maupun Sistem demokrasi prosedural didalam kenyataannya. Disinilah dapat dipahami lebih tegas bagaimana memurnikan setiap kekuasaan yang dijalankan oleh Partai Politik (Parpol) sebagai representasi yang dapat melahirkan Kepemimpinan yang kharismatik dan solid dalam Sistem demokrasi di Indonesia. Pertanyaannya, apa yang mesti dijadikan dasar untuk memperoleh sistem penyelenggaraan negara atas jalannya pesta demokrasi menjadi murni berasaskan kehendak, dan kemauan rakyat tentu saja harus tercermin dan dilaksanakan sesuai ketentuan UU Pemilu – Pilkada dan selanjutnya. Kalau saja ada yang kurang, mencerminkan asas pelaksanaan dari ketentuan UU yang mengatur tentu harus di proses sesuai hukum yang berlaku. Citra Komunikasi politik Paradigma Mekanistis ; akan bersesuaian dengan asas penegakan hukum terutama pentaatan terhadap UU Pemilu – Pilkada didalamnya, sehingga Sistem demokrasi berkedaulatan rakyat tersebut mampu dijernihkan dari segala kemungkinan yang menyebabkan terkebiri dalam upaya pencitraan politik demokrasi dan implementasi UU, dalam pelaksanaanya. Penulisan ini, tidak dimaksudkan untuk memberi interpretasi dalam hal tersebut di atas lebih jauh, tetapi ditujukan menggeneralisasikan teori yang mendasari Citra Komunikasi Paradigma Mekanistis yang selanjutnya berdampak dalam perkembangannya terutama dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan.

Selain itu, adanya kontestasi menyambut Pilkada serta ketidakpastian dalam kognitif khalayak akibat persaingan narasi yang cenderung kampanye negatif, ada baiknya menyimak teori Pengurangan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory), karya Charles Berger dan Gudykunts (2002), yang menganilisis isu – isu ketidakpastian dalam Komunikasi. Dalam teori tersebut mengatakan, bahwa mendapatkan informasi terhadap sosok seorang perlu ada proses pengungkapan diri, sehingga mengetahui siapa jati diri orang tersebut. Hanya saja, dalam panggung politik yang memanas serta dibumbui intrik negatif kandidat mengalami kesulitan menjelaskan, siapa dirinya sebenarnya, karena dalam perspektif budaya politik Komunikasi ada

Baca Juga :  LITERASI NILAI OBJEKTIFITAS SEJARAH

hambatan Komunikasi yang terberat karena adanya prejudice dan streotype, yang merupakan hambatan terbesar dalam berkomunikasi termasuk mempersepsi seseorang sebagai tokoh politik. Sementara itu, Era digitalisasi merupakan wajah baru bagi peradaban manusia kontemporer, hampir semua segmentasi dan ruang kehidupan manusia kini tak lepas dari ekspansi teknologi yang begitu masif dan tanpa sekat. Berbagai hal yang spesifik pun tak lupuk dari perkembangan dunia berbasis teknologi, baik bersifat primer sampai kebutuhan tersier, kesemuanya mampu dipenuhi dalam kuasa teknologi. Pada dasarnya teknologi berperan dalam menyajikan kemudahan aktivitas (activity) maupun penyediaan (supply) terhadap berbagai kebutuhan manusia. Seperti menurut, Ira Fatimah Zahro, Teknologi berperan sebagai media Komunikasi dan informasi, baik untuk pribadi, pemerintahan, pendidikan, perbankan dan industri. Maka tak salah, jika peran teknologi menjadi organ integral, bahkan vital bagi batang tubuh dari kebudayaan manusia kontemporer. (Fajar, Rabu, 8/11/2017).

Meskipun Komunikasi diterima sebagai disiplin ilmu abad – 20 ini, namun komunikasi manusia (Adam – Hawa), sesungguhnya telah ada. Pada saat pertemuan keduanya perlu komunikasi dua arah dan berlanjut menjadi sebuah persahabatan, dan pertemanan atau persekutuan perkawinan. Justru itulah, sebagian orang menyebut komunikasi sebagai perekat hidup bersama. Banyak ahli menggunakan istilah, yang sama komunikasi atau (Inggeris – Communication), Komunikasi diartikan, Dialog, berunding atau bermusyawarah dan seterusnya. Selain itu, Komunikasi dianggap sebagai perekat hidup bersama, sering dipandang seolah – olah memiliki kekuatan, gaib. Banyak masalah yang timbul dalam kehidupan sosial manusia yang dikaitkan dengan komunikasi.

Justru itulah, Fisher (1986), menyamakan komunikasi sebagai plogiston masyarakat atau istilah, suatu analogi untuk menggambarkan suatu penjelasan secara salah untuk penyebab yang sifatnya imajiner. Tidak ada persoalan sosial dari waktu ke waktu yang tidak melibatkan komunikasi. Justru itulah, manusia dihadapkan dengan masalah sosial yang penyelesaiannya menyangkut komunikasi yang lebih banyak ataupun yang lebih baik. Setidaknya kesalapahaman yang kemudian menimbulkan konflik antara manusia, baik dalam bidang politik, sosial dan ekonomi maupun militer dinyatakan sebagai kesalahan komunikasi. Memang komunikasi dimunculkan sebagai kambing hitam, jika terjadi keruwetan dan ketidakharmonisan dalam hubungan antar manusia dan antar bangsa, seperti peperangan, dan konflik sosial lainnya. Komunikasi menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat atau sebaliknya semua aspek kehidupan masyarakat menyentuh komunikasi. Justru itulah, orang melukiskan komunikasi sebagai ubiquitous atau serba hadir. (Ilmu Komunikasi, Prof, Dr, Anwar Arifin, 1988).

Hadirnya komunikasi berada dimanapun, dan kapanpun juga. Memang komunikasi merupakan sesuatu yang memang serba ada. Setiap orang berkomunikasi. Fenomena komunikasi terdapat dimana saja. Suatu konsekwensi wajar yang sifatnya pasti dari pada kehadirannya di mana saja, sehingga setiap orang menganggap dirinya sebagai ahli komunikasi, baik yang menyangkut permasalahannya maupun pemecahannya. Memang sifat serba hadir dari komunikasi itu, membuat terasa hambar, dan sangat rutin dan otomatis, sehingga semua orang merasa bisa berkomunikasi tanpa belajar ilmu komunikasi sedikitpun juga. Demikian pula halnya jika orang menghadapi masalah komunikasi, pada umumnya mereka berusaha mengatasinya sendiri. Hal ini menunjukkan, betapa serba hadirnya komunikasi dan betapa banyaknya kesalahan yang bisa terjadi. Soalnya komunikasi sering disalahartikan dan karena itu, penggunaannya pun banyak kali tidak tepat. Itulah sebabnya, Citra Komunikasi sebagai esensi komunikasi, sehingga dapat menghilangkan dan setidaknya mengurangi salah pengertian yang banyak terjadi baik dalam kehidupan masyarakat maupun dalam kehidupan akademik. Sifat komunikasi yang serba hadir itu, selain memberikan keuntungan juga sekaligus telah menimbulkan banyak kesulitan karena fenomena komunikasi itu menjadi luas, ganda dan multi makna. Hal inilah terutama dijumpai baik dalam pergaulan sehari – hari maupun dalam cara merumuskan arti komunikasi.

Sejumlah pakar komunikasi telah merumuskan berbagai pengertian komunikasi diantaranya, Theyer (1963), menyatakan ada 25 arti komunikasi yang berbeda satu dengan yang lain. Bahkan, Stappers (1966), menemukan 33 arti komunikasi. Patut diingat bahwa, terdapat banyak kesulitan memahami komunikasi sebagai suatu konsep yang multi makna. Namun, ada beberapa hal perlu diketengahkan, (1). Komunikasi sebagai proses sosial, (2). Komunikasi sebagai peristiwa, (3). Komunikasi sebagai ilmu, (4). Komunikasi sebagai kiat atau keterampilan. Selain itu, Komunikasi yaitu, dipahami, hubungan saling berkaitan, dan saling pengertian, dan pesan – pesan selanjutnya. Komunikasi sebagaimana dikutip, oleh Djajusman (1985), yaitu ; Aktifitas dari suatu pihak (atau Communication is the discriminatory response of an organism to a stimulus).

Aktifitas datang dari pihak lain – mempengaruhi dan hubungan adalah, sentral. Hasil adalah, yang utama (sharing atau pemilihan), dan Transmisi informasi dan penggunaan lambang (atau To disegnate interaction by means of signs and symbols). Selanjutnya Fisher (1986), membuat 5 (lima) kategori diantaranya ; (1). Defenisi yang memusatkan perhatian pada penyampaian atau defenisi yang memusatkan perhatian pada penyampaian atau pengoperan, (2). Defenisi yang memandang komunikasi sebagai fenomena stimuli – respons, (4). Defenisi yang menekankan pada unsur kebersamaan arti, dan (5). Defenisi yang melihat Komunikasi sebagai integrator sosial selanjutnya. Selain itu, William Albig (1939), menyatakan komunikasi proses pengoperasian lambang – lambang yang berarti antara individu – individu. Kemudian Breslon – Steiner (1964), menyatakan komunikasi penyampaian informasi, ide, emosi, keterampilan, dan seterusnya melalui penggunaan simbol, angka, grafik dan lainnya.

Baca Juga :  LITERASI NILAI OBJEKTIFITAS SEJARAH

Menurut, Astrid S, Susanto, (1978), Komunikasi kegiatan pengoperasian lambang yang mengandung arti dan maknanya. Komunikasi adalah, Proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan perangsang – perangsang (biaya lambang dalam bentuk kata – kata) untuk mengubah tingkah laku orang lain. Selain itu, Komunikasi dimaksudkan semua prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi orang lainnya. Sedangkan, Shachter menyatakan, bahwa Komunikasi merupakan mekanisme untuk melaksanakan kekuasaan. Citra Komunikasi juga mengenai interaksi sosial melalui pesan. Pesan informasi sebagai inti Komunikasi. Makanya, digunakan istilah, informasi dan komunikasi. Adanya pengirim dan penerima informasi, yaitu manusia yang berinteraksi atau pengguna informasi yang mempunyai posisi yang sama sebagai peserta dalam proses komunikasi. Sementara itu, Jenis komunikasi, bukan hanya multi makna dan defenisi, tetapi cara membaginya juga ternyata bermacam – macam. Untuk memahami taksonomi dan klasifikasi komunikasi dapat melacak awal pertumbuhan sebagai ilmu.

Jika komunikasi dititikberatkan pada sifat pesan, maka komunikasi dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu ; komunikasi massa isinya bersifat umum, dan komunikasi personal (isinya bersifat pribadi). Komunikasi massa dapat menggunakan media massa sedang komunikasi personal boleh dilakukan dengan menggunakan alat seperti, surat, telepon dan telegram. Dengan demikian Komunikasi yang berlangsung antara dua orang dinamakan komunikasi personal, yang berlangsung komunikasi kelompok kecil – besar, yang berlangsung dengan massa, sehingga dinamakan komunikasi massa.

Selain itu, komunikasi organisasi yaitu, komunikasi yang berlangsung dalam organisasi secara formal dan lainnya. Selanjutnya, Citra Komunikasi dan Paradigma Komunikasi sebangun dalam arti bahwa, multi makna itu memberikan wawasan yang beragam dalam mengkonseptualisasi komunikasi sebagai suatu kajian ilmiah. Apalagi Komunikasi sebagai suatu disiplin bersifat eksploratif menggabungkan beberapa disiplin yang lain. Wilbur Schramm menyebutkan ; sebagai Jalan Simpan yang paling ramai dengan segala disiplin yang melintasinya. Mengkaji Komunikasi manusia dengan menggunakan atau menerapkan secara terang – terangan konsep, teori dan model dari ilmu fisika, psikologi dan sosiologi, sejarah, bahasa, dan lainnya.

Paradigma Komunikasi terbagi dalam dua hal yaitu ; paradigma lama – baru. Paradigma dimaksudkan, suatu pandangan mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan (subject matter) yang semestinya dipelajari. Ilmu tidak berkembang secara komulatif melainkan secara revolusi, maka ilmu komunikasi mengalami hal yang demikian. Ilmu komunikasi 1970 – an, didominasi paradigma tertentu yang kemudian secara pasti digeser oleh paradigma yang lainnya.

Berdasarkan hal ini, sehingga diperoleh gambaran dalam hal merangkum kajian komunikasi selama ini ke dalam 4 (empat) perspektif yaitu, (1). Mekanis, (2). Psikologis, (3). Interaksional, dan (4). Pragmatis. Dalam penelitian komunikasi tidak hanya eksperimental, tetapi juga boleh historis, kontekstual, eksploratif, fenomenologis, deskritif dan sebagainya. Paradigma mekanistis dikhususkan disini dan lebih kongkrit dimaksudkan, dalam perkembangan kajian empirik dari suatu Paradigma baru komunikasi, maka Paradigma lama yang klasik dikesampingkan. Paradigma Mekanistis telah mengalami perkembangan yang bukan saja sangat menarik tetapi juga telah membesarkan ilmu komunikasi. Model Mekanistis dalam Komunikasi yaitu, pengaruhnya sangat kuat dan meluas, bukan saja dikalangan masyarakat akademik tetapi juga dikalangan masyarakat luas.

Aristoteles (384 – 322) menyatakan unsur retorikanya, berbicara atau pembicaraan dan pendengaran sejak itu pula model Mekanistis telah masuk dalam studi Komunikasi. Komunikasi Mekanistis pada akhirnya dimaksudkan seperti yang dikemukakan, Kincald & Schramm (1977), Mekanistis membedakan (1). Model komunikasi umpan balik (feedback – umpan balik), (2). Model timbal balik dalam komunikasi dan, (3). Model komunikasi antar manusia yang memusat. Untuk itulah, apa yang dimaksudkan sebelumnya bahwa ; Citra Komunikasi efektif dalam perkembangan sarana informasi yang ditandai kemajuan produk teknologi seperti halnya ; Sistem Transportasi daring tersebut. Selain itu, perkembangan Komunikasi politik
yang mesti dijalankan sesuai rel UU sebagai representasi sukses tidaknya pelaksanaan Pemilu – Pilkada, dengan bentuk keputusan maupun ketetapan yang telah diambil baik legislatif (DPR) maupun eksekutif (Pemerintah) dalam Sistem pemerintahan demokratis. Olehnya itu, Citra Komunikasi memiliki makna yang lebih luas dalam artian teoritis dan Paradigma Mekanistis lebih dimaksudkan bahwa, Komunikasi menggabungkan hasil penelitian komunikasi dalam kepesatan era perkembangannya.

Jangan lupa Like dan di Share ya...
error

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply